Tradisi Bisok Beras Di Bayan Lombok Utara

Suasana pagi itu begitu hening dan dingin saat kendaraan yang kami tumpangi melaju dari Lombok Tengah menuju Holyday Iin yang berada di sebelah utaranya Senggigi. Deru ombak bertautan memecah keheningan pesisir pantai yang dipenuhi pohon kelapa dari Batu Layar sampai di daerah Kerandangan. Sekitar 30 menit akhirnya sampai juga di tempat yang kami tuju. Ditempat ini kami berkumpul dan menunggu bus bersama sekitar 50 orang tamu dari kurang lebih 25 negara yang mengikuti acara IPWI (International Photo Week Indonesia) dan rute perjalanan adalah menuju Desa Adat Bayang guna menyaksikan acara adat Bisok Beras/menik yang biasanya diselenggarakan oleh masyarakat Bayan ketika mengadakan gawe adat.
Selang beberapa saat rombonganpun berangkat melalui jalur pantai. Pemandangan indah berupa lahan persawahan yang terhampar di daerah Kabupaten Lombok Utara, perbukitan dan bahkan pantai dapat dinikmata dari dalam bus hingga perjalanan terasa begitu singkat ke tempat yang kami tuju yaitu di Bayan yaitu salah satu desa yang berada di kaki gunung tertinggi di pulau Lombok yaitu gunung Rinjani. Sesampai di sana kami disambut dengan senyum manis gadis-gadis Bayan lengkap dengan pakaian adatnya dengan warna yang tampak segar dan ceria sebagai pembeda dengan suku-suku lain yang ada di Indonesia.
Sejak tahun 2013 lalu masyarakat Bayan dinobatkan sebagai salah satu suku bangsa yang bernama Suku Bayan. Memang tidak salah jika Bayan dinobatkan sebagai salah satu suku yang mendiami bumi seribu masjid karena memang Bayan memiliki budaya dan adat dan pakaian adat yang berbeda dari masyarakat Lombok/suku Sasak pada umumnya.
Indonesia memang kaya dengan dengan suku dan budaya yang tersebar di semua pulau yang ada di wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman yang ada di masyarakat Indonesia menciptakan kebudayaan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, yang kemudian dikenal dengan nama kebudayaan lokal dimana masyarakat menjunjung tinggi kebudayaan lokal tersebut sebagai warisan dari para leluhur.
Dalam salah satu manuskrip yang ditulis oleh Tuan Guru Najmudin Makmun menyebutkan bahwa Desa-Desa Tertua di Lombok adalah Desa Bayan sekitar 1150 Masehi baru disusul dengan Desa Selaparang 1247 M Desa Pejanggik 1272 M dan Desa Majapahit Abad ke 14. Desa-Desa tersebut kemudian menjadi Kerajaan-kerajaan di Lombok salah satunya adalah kerajaan Bayan.

Setelah istirahat beberapa saat di berugak dengan suguhan tuak aren dan makanan ringan berupa pisang dan ubi kayu kami bersama rombongan pecinta photography menyaksikan tradisi masyarakat Bayan yaitu prosesi bisok beras/menik (cuci beras). Kegiatan bisok beras/menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.
Sebelum dilakukannya prosesi bisok berak ini terlebih dahulu masyarakat Bayan melakukan prosesi menumbuk padi di halaman rumah dengan alat tradisional, lisung panjang dengan alu yang terbuat dari bambu. Kemudian proses selanjutnya adalah menampi atau membersihkan/memisahkan beras hasil tumbukan dari kulitnya dengan menggunakan niru (alat yang terbuat dari anyaman bambu).

Setelah beras bersih maka waktunya melakukan tradisi yang disebut Bisok Beras. Puluhan ibu-ibu lengkap dengan pakaian adat berbaris membawa beras dengan keraro (bakul yang terbuat dari anyaman bambu) yang ditaruh di kepala menuju sungai dengan iringan musik tradisional cupak gerantang.  Tradisi bisok beras ini dilakukan saat melakukan kegiatan gawe adat Bayang atau saat melakukan maulid adat Bayang dan semua kegiatan adat Bayan berpusat di Karang Bajo.

Selain bisa menyaksikan adat masyarakat Bayan, pengunjung juga bisa berkunjung ke obyek wisata hutan adat Mandala, menikmati kuliner khas Bayan, menikmati kesenian tradisionalnya dan tak kalah menariknya bisa berkunjung ke Masjid kuno Bayan Bleq yang masih menggunakan atap dari alang-alang dan dinding dari anyaman bambu.
Silahkan Bagikan Tautan Ini Dengan Menekan Tombol Share Di Bawah :

1 comments:

Keragaman budaya dan adat nusantara sangat kaya...

Silahkan tinggalkan komentar anda :)