Raynox DCR -250 dan MET Alat Alternatif Untuk Photo Macro

Salah satu kategori photography adalah macro atau macro photography. Photo macro bertujuan untuk menonjolkan bagian-bagian obyek photo sehingga terlihat jelas. Untuk menghasilkan photo yang bagus tentunya kita harus memiliki kamera dan lensa yang bagus juga dan harga lensa macro bisa dibilang mahal apalagi yang 100mm. Itu berarti kita harus mengeluarkan isi dompet yang banyak juga.

Tetapi jangan hawatir dulu, bagi yang ingin belajar photo macro ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk menghasilkan photo yang bagus dengan peralatan yang relatif murah. Peralatan yang bisa digunakan antara lain :

1.MET (Manual Extention Tube)

MET dijual dengan banrol 100 ribuan tetapi jika ada uang lebih bisa membeli Auto Extention tube yang harganya di atas 1 juta. Perbedaannya, MET (Manual Extention Tube) di gunakan secara manual. Antara body kamera dengan lensa tidak terjadi kontak sehingga todak terbaca diafragma/bukaan lensa. Jadi sebelum digunakan terlebih dahulu bukaan lensa/diafragma di set paling tidak di bukaan 7.1 untuk mendapatkan hasil photo yang lebih tajam. Jika ingin lebih gampang gunakan lensa manual yang bisa di atur diafragmanya pada lensa, bukan di kamera. Sedangkan Sedangkan yang Auto seperti namanya, diafragma/bukaan lensa akan terbaca sehingga penggunaannya lebih mudah.
Cara menggunakannya adalah dengan menyambungkan Extention tube di belakang lensa kemudian dipasang di body camera.

2. Menggunakan Raynox DCR-250


Harga Raynox DCR-250 berkisar antara Rp. 750K - 1 juta. Alat sejenis kaca pembesar buatan Jepang ini digunakan dengan cara memasangnya di depan lensa mulai dari lensa yang memiliki filter berukuran 52mm sampai 67mm. Penggunaannya lebih mudah dibandingkan dengan menggunakan MET, jadi untuk mengatur diafragma,ISO dan speednya lebih mudah.

3. Menggunakan lensa bongkaran (lensbong)

Jika belum memiliki kamera DSLR tetapi ingin mencoba belajar photo macro, bisa menggunakan perangkat handphone yang dimiliki dengan tambahan lensa bongkaran (lensbong). Disebut lensbong karena lensa yang digunakan adalah lensa hasil bongkaran dari lensa kamera yang sudah rusak dan penggunaannya dengan cara di pasang di depan lensa handphone. Jika mau beli, banyak yang menjual lensbong ini dengan harga yang bervariasi, mulai dari 100K. Tetapi jika tidak ingin mengeluarkan isi kantong bisa mencari sendiri kamera-kamera yang sudah rusak seperti kamera prosumer lalu lensanya dicopot.

Berikut beberapa photo macro menggunakan menggunakan MET dan Raynox DCR-250 dengan camera canon eos 60D dan lensa manual Meyer Telefogar 90mm.


Silahkan Bagikan Tautan Ini Dengan Menekan Tombol Share Di Bawah :

Silahkan tinggalkan komentar anda :)