Kesenian Jaran Kamput Yang Mulai Punah

Salah satu kesenian tradisional suku Sasak adalah kesenian Jaran Kamput namun seiring perkembangan zaman kesenian inipun nyaris punah. Jarang sekali kita temukan pada acara-acara adat yang diselenggarakan oleh masyarakat Lombok. Banyak musik-musik tradisional tergantikan dengan musik modern yang jauh dari nilai budaya suku Sasak seperti musik kecimol.

Jaran kamput merupakan kuda-kudaan yang terbuat dari kayu lengkap dengan pernak pernik dan dicat dengan warna mencolok yang digunakan untuk menandu pada acara sakral suku Sasak seperti untuk menandu pengantin pria dan wanita saat acara nyongkolan yaitu acara mengantarkan pengantin ke rumah wanita. Selain itu juga jaran kamput digunakan untuk menandu anak yang akan dihitan/disunat keliling kampung diiringi oleh masyarakat dengan pakaian adat lombok serta dengan tata rias layaknya seorang raja dengan tujuan untuk menghibur.

Pertunjukan jaran kamput ini diiringi dengan musik tradisional Lombok berupa gamelan khusus yang terdiri dari alat musik gendang,gong, kenceng dan seruling. Ketika menandu sang pengantin atau anak yang akan dihitan para penandu sambil menarikan sebuah tarian yang sesuai dengan tabuhan musik.


Dalam catatan sejarah kesenian jaran kamput merupakan perwujudan dari sosok Sekardiu yang konon merupakan tunggangan dari Jayangrana yang merupakan sosok satria dalam cerita pewayangan Sasak. Jayangrana dan tunggangannya Sekardiu merupakan simbol yang tidak bisa dipisahkan, karya besar masa laluyang bisa dijadikan referensi  baik sebagai inspirasi maupun motivasi.


Silahkan Bagikan Tautan Ini Dengan Menekan Tombol Share Di Bawah :

Silahkan tinggalkan komentar anda :)